Thursday, May 24, 2018

Ancaman ke Artidjo, Dari Penembak Jitu hingga Santet


 Jakarta - Artidjo Alkostar mengakui kerap kali mendapat ancaman selama menjadi hakim agung. Namun, hal itu tidak membuatnya takut. Bahkan, ancaman itu justru dinilai salah alamat.

"Kalau mengancam saya itu salah alamat. Pertama saya sejak menjadi advokat yang tidak punya kekuasaan saja tidak pernah takut gitu, tidak pernah," ujarnya di Media Center Mahkamah Agung (MA), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (25/5/2018).

Artidjo menceritakan pada tahun 1992 dirinya pernah diancam dibunuh pada malam hari oleh Ninja di Dili Timur Timur. Namun, teror itu tidak terjadi.

"Pernah mau dibunuh saya jam 12.00 malam. Tapi, Allah SWT melindungi saya yang didatangi oleh ninja itu, ninja tahu lah di Timtim itu siapa ninja. Itu asisten saya. Keliru. Bukan saya kebal bukan. Tapi, dia keliru. Allah SWT melindungi saya," katanya.

Darah Madura yang tertanam pada Artidjo membuat dirinya tidak takut pada apapaun. Artidjo juga bercerita pernah diteror oleh penembak misterius. Ketika itu, Artidjo diberitahu ada penembak misterius yang mengintai dirinya.

"Waktu saya membela kasus-kasus pembunuhan misterius dulu. Saya pernah diancam, 'Artidjo kamu jangan sok pahlawan, penembak misterius datang ke tempat tidur kamu' katanya. Tentu ini saya hiraukan," kenang Artidjo.
Baca juga: Pensiun, Artidjo Alkostar akan Angon Kambing di Desanya

"Jadi, memang background saya tidak memungkinkan saya diancam. Sejak kecil saya sudah menjadi joki karapan sapi, berkelahi gulat, dan silat. Jadi, tidak memungkinkan. Darah Madura saya tidak memungkinkan untuk menjadi takut sama orang," sambungnya.

Bentuk teror yang dialami Artidjo bukan hanya ancaman secara langsung. Dia juga pernah diserang lewat ilmu santet, tapi gagal.

"Di daerah saya, orang tua saya lahir di Sumenep di Marengan. Jadi, kalau orang akan menyantet saya itu salah alamat juga. Katanya saya pernah mau disantet. Dipake foto saya katakan wah ini mesti kelas Taman Kanak-kanak. Ini saya kira hal-hal yang berbagai hal yang tidak mungkin akan mempengaruhi saya itu ndak pernah. Jadi, sejak jadi advokat saya sudah kenyang memakan ancaman itu," kata Artidjo.
Sumber:detik.com||pojokqq