Gorontalo - Bangkai pesawat Merpati ditemukan warga di hutan perbatasan antara Atinggola dan Bolangmongondow, Kabupaten Bolmut, Gorontalo, Sumatera Utara. Penemuan itu berlangsung saat mereka tengah mencari sarang burung walet.
Musibah kecelakaan pesawat itu menyimpan kesan tersendiri bagi penumpang yang selamat. Salah satunya, Erwin Giasi. Ia yang kala itu menjadi penumpang mengenang kisah mengerikan saat detik-detik pesawat itu celaka.
VIDEO: Kronologi Penemuan Bangkai Pesawat Berusia 27 Tahun
Kronologi Kecelakaan Pesawat Merpati yang Bangkainya Ditemukan Pencari Walet
4 Fakta Pesawat yang Ditemukan di Hutan Setelah Jatuh 26 Tahun Lalu
Kejadian itu terjadi pada Rabu, 30 Januari 1991 (sebelumnya tertulis 31 Januari 1992), atau 27 tahun silam.
Menurut dia, seperti dikutip dari Gorontalo Post (Jawa Pos Group), sebelum penerbangan berlangsung, cuaca Kota Manado sangat cerah, termasuk di kawasan Bandara Sam Ratulangi. Tidak ada tanda-tanda cuaca buruk. Perjalanan pun sesuai dengan jadwal.
Di pelataran pesawat (apron), pesawat Casa 212 seri 200 dengan nomor register PK-NYC milik maskapai Merpati Nusantara Airlines (MNA) sudah siap menerbangkan penumpang tujuan Gorontalo.
Lantas, bagaimana pengakuan Erwin saat detik-detik kecelakaan pesawat itu terjadi hingga ia selamat dari maut? Berikut ini kisahnya:
1. Penumpang Dipersilakan Masuk
Pesawat
Warga temukan bangkai pesawat yang jatuh 26 tahun silam. Foto: (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)
Jelang pukul 14.00 Wita, 18 orang penumpang dipersilakan memasuki pesawat berbadan putih itu. Tidak lama kemudian, pesawat pun lepas landas.
"La Ode (La Ode Haimudin, Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo saat ini) sangat beruntung. Dia tidak ikut naik pesawat. Hanya mengantarkan saya di bandara. Padahal, masih satu seat yang kosong," ujar Erwin, Jumat (9/3/2018).
Erwin merupakan salah satu penumpang pesawat berbaling-baling ganda itu. Peristiwa 27 tahun silam itu masih terekam baik di ingatannya.
2. Pesawat Lepas Landas
20160412-pesawat terbang
Ilustrasi pesawat terbang lepas landas dari bandara.
Tepat pukul 14.20 Wita, pesawat dengan awak masing-masing Yus Pagau (pilot), Andi Pulgandi (co-pilot), dan Petrus Untung Abadi (teknisi) lepas landas dari Bandara Sam Ratulangi, Manado.
Waktu jelajah diperkirakan selama 55 menit. Pesawat harus mendarat di Bandara Djalaludin Gorontalo pada 15.15 Wita.
Dalam pesawat, para penumpang kebagian makanan ringan, roti, dan air mineral yang merupakan bagian dari layanan maskapai. Setelah selama 30 menit mengudara, pilot mengabarkan, Casa 212 akan mendarat pada 15.12 Wita, 3 menit lebih cepat.
3. Kontak Pilot Terakhir
Ilustrasi bandara
Ilustrasi bandara (AP Photo/Ketut Nataan)
Tak lama berselang, pilot melakukan kontak dengan menara bandara dan meminta izin menurunkan pesawat dari ketinggian 8.000 kaki. Kontak dengan menara itu, menjadi kontak terakhir antara pesawat dan menara bandara.
Lama ditunggu, rupanya pihak menara tak berhasil mendapat kabar dari pilot. Hingga 90 menit atau sudah lebih satu jam dari jadwal mendarat, tak ada lagi kontak pesawat dengan menara.
Saat itu juga Casa 212 PK-NYC dengan nomor penerbangan MZ-7970 dinyatakan dalam keadaan bahaya (distress phase) dan hilang.
"Tiba-tiba pesawat terhempas, masuk kabut yang sangat tebal," ujar Erwin.
4. Pesawat Mulai Tak Stabil
Pesawat
Ilustrasi pesawat. Dok: Skyscanner
Pesawat mulai tidak stabil, sering terjadi goncangan-goncangan. Saat itu, kata Erwin, pilot memerintahkan seluruh penumpang untuk mengenakan sabuk pengaman.
Brruukkkk....! Goncangan hebat terjadi.
Bahkan saking kencangnya goncangan, sabuk pengaman salah seorang penumpang putus. "Kami tidak tahu apa yang terjadi," ungkap Erwin.
5. Mesin Pesawat Mati
Ilustrasi pesawat (iStock)
Ilustrasi pesawat (iStock)
Pesawat tidak lagi bergerak. Mesin pesawat tiba-tiba mati. Dari balik jendela, hanya kabut yang terlihat. Seluruh penumpang terdiam.
Pilot lalu memberitahukan bahwa mereka baru saja mengalami kecelakaan. Seketika seisi pesawat panik.
"Ternyata kami sudah ada di atas pohon. Di tengah hutan. Pesawatnya menabrak pohon," kenang Erwin.
6. Penumpang Selamat
Ilustrasi pesawat (iStock)
Ilustrasi pesawat (iStock)
Saat itu tidak ada yang bisa dilakukan selain mengecek apakah ada yang terluka atau tidak.
"Hanya lecet kecil-kecil, tidak ada yang parah. Semua tetap duduk di tempat masing-masing," kata Erwin.
7.Pesawat Tertancap di 2 Pohon
Pesawat
Warga temukan bangkai pesawat yang jatuh 26 tahun silam. Foto: (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)
Suasana hening. Tidak ada yang berani keluar kabin. Kemudian, cuaca berubah drastis. Sesaat kemudian hujan lebat. Penumpang dan kru bertahan di dalam kabin pesawat.
Sumber:liputan6.com||pojokqq
