Sunday, January 21, 2018

Berita penting - 4 Hal yang bisa sebabkan ketulian






Jakarta - Ketulian karena bising atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai gangguan pendengaran yang diinduksi noise (NIHL) yang merupakan gangguan pendengaran yang bisa terjadi pada siapa saja. Sifatnya pun bisa sementara.

"Kalau tuli sementara ya setelah beberapa waktu nanti pendengarannya akan kembali. Tapi kalau tuli permanen, pendengarannya tidak kembali dan harus menggunakan alat bantu dengar," tutur dr Soekiman Soekin, SpTHT-KL, Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Ahli Telinga, Hidung, Tenggorokan dan Bedah. Kepala Leher Indonesia (Perhati-KL).

Dikatakan dr Soekirman, penggunaan headphone, bekerja di pabrik dan menonton konser musik merupakan faktor risiko utama ketulian karena bising. Lalu, apa saja penyebab tak terduga seseorang bisa ketulian karena bising? Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 4 diingin:

1. Petasan dan kembang api

Petasan dan kembang api lumrah dinyalakan saat menyambut tahun baru atau acara penting lainnya. Namun jangan terlalu dekat dengan nyala petasan dan kembang api jika tak ingin kehilangan pendengaran.

Ya, selain berisiko tinggi luka bakar, petasan dan kembang juga memiliki suara yang cukup kencang, mencapai 150 desibel. Hal ini tentu saja bisa mengganggu pendengaran bahkan penyebab ketulian sementara.

2. Balon meletus

Peneliti dari Universitas Alberta di Kanada tersayang ukuran yang dihasilkan dari ledakan balon dengan tiga cara yang berbeda. Yaitu, meletuskan balon dengan jarum, meniup balon sampai pecah, dan tekan balon hingga pecah.

Dalam studinya, peneliti menggunakan pelindung telinga, mikrofon bertekanan tinggi dan preamplifier. Lagu, suara ledakan yang terjadi dengan meniupkan balon sampai pecah hampir mencapai 168 desibel, yang berarti 4 desibel lebih keras dibandingkan dengan senapan.

3. Tinggal di dekat bandara

Tinggal dekat dengan bandar udara buat seseorang sering mendapat pajanan bising yang kuat. Berdasarkan data, suara mesin jet pesawat bisa menimbulkan suara hingga 130 desibel.

Hmm, tak heran para pekerja penanganan di bandar udara selalu terjaga earmuff ya.

4. Arena bermain anak

Arena bermain anak (arcade) memiliki ragam permainan mulai dari tembak-tembakan hingga balapan. Nah, suara yang dihasilkan oleh alat permainan ini sangat keras, bisa mencapai 90 desibel.

Selamat jalan pajanan sayang ke telinga adalah 80 desibel. Untuk itu, jangan ragu untuk menggunakan earmuff pada anak saat bermain. Batasi juga waktu bermain tidak lebih dari 30 menit untuk mengurangi rasio ketulian.

Sumber:health.detik.com |||pojokqq

This Is The Oldest Page