"Kejadiannya sejam yang lalu. (Pemicunya) lahan parkir THR, intinya lahan THR. Yang masih beredar infonya, yang jaga parkir digebukin, tapi nggak tahu, warga yang gebukin ormas atau ormas yang gebukin warga. Jadi orang yang jaga parkir itu dimintain (THR) kan, tapi infonya juga masih abu-abu, karena ormas yang datang bukan ormas setempat. Harusnya ormas setempat kan, nah ini bukan, dari Bintaro," kata seorang saksi bernama Wahyu, saat dihubungi detikcom pukul pukul 00.50 WIB, Kamis (31/5/2018).
Wahyu mengatakan, bentrok itu terjadi di depan perumahan Taman Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan. Kata Wahyu, polisi juga sempat melerai bentrokan tersebut dengan mengeluarkan tembakan peringatan ke atas.
"Jadi yang jaga parkir didatangi orang. (Bentrokan) Ada yang lempar batu. Ada beberapa polisi yang nembak 3 sampai 4 kali untuk melerai. Nggak ada yang luka," katanya.
"Polisi sih nggak lama setelah kles datang, 15 menitan lah. Kalau situasi di lapangan terakhir setelah ditengahin polisi sudah mulai bubaran, polisi standby di lokasi," ujarnya.
Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Pamulang, Iptu Hitler membenarkan peristiwa tersebut. Hitler mengatakan ada selisih paham antar dua ormas.
"Ada selisih paham doang. Bukan tawuran, ada selisih paham sedikit doang, gara-gara rebutan parkir. PP (Pemuda Pancasila) sama FBR (Forum Betawi Rempug). Sudah selesai, itu juga nggak sempat (Tawuran). Sudah (selesai), mereka juga memahami masing-masing, nggak ada (korban)," katanya saat dihubungi detikcom.
Sumber:detik.com||pojokqq
