Jakarta - Di Hambalang, Prabowo Subianto sudah menyatakan kesiapannya maju menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2019. Prabowo dan Gerindra kini punya tugas besar memastikan koalisi terbangun.
"Jadi kemarin itu Rakornas itu menjadi Rapimnas dan sudah memberi mandat ke Pak Prabowo dan Pak Prabowo menerima mandat itu. Tentu sekarang ini bagaimana Pak Prabowo capres dari Gerindra membentuk koalisi dan kemudian menentukan pasangan," kata Waketum Gerindra, Fadli Zon, saat dihubungi, Sabtu (14/4/2018).
Penjajakan koalisi Pilpres akan dibahas lebih dulu bersama Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun, komunikasi politik disebut Fadli juga dilakukan dengan parpol lainnya.
"Tidak menutup kemungkinan dengan partai-partai lain yang belum menyatakan sikap (di Pilpres, red). Jadi kita setelah ini tentu berusaha melakukan komunikasi politik juga merajut untuk koalisinya," sambung Fadli.
Komunikasi politik--terutama terkait cawapres--menurut Fadli akan dilakukan intens. Semua nama bakal cawapres yang berpeluang menjadi pendamping Prabowo saat maju Pilpres akan dibahas bersama.
Bukan hanya soal koaisi, setelah Prabowo mendeklarasikan diri siap maju di Pilpres, pengurus dan kader Gerindra langsung bergerak menyosialisasikan pencapresan tersebut. Para pengurus Gerindra di daerah dipastikan Fadli sudah bergerak di wilayah masing-masing.
"Jadi mereka yang kembali ke daerah sudah firm dengan keputusan Rapimnas. Tentu saja nanti melakukan sosialisasi dan kampanye Prabowo adalah capres dari gerindra. (Rapimnas) itu keputusan Gerindra yang final dan bulat," sambung Fadli.
Prabowo sebelumnya menyatakan kesiapan maju capres saat Rakornas Gerindra di Bukit Hambalang, Bogor, Rabu (11/4).
"Saya menerima keputusan ini sebagai suatu penugasan, suata amanat, suatu perintah dan saya menyatakan siap melaksanakannya," kata Prabowo dalam pidatonya.
Meski sudah menyatakan siap maju sebagai capres, Prabowo belum mengantongi tiket untuk maju pada pilpres. Sesuai UU Pemilu, partai atau koalisi baru bisa mengusung pasangan calon bila mengantongi 20 persen kursi di DPR atau 25 persen perolehan suara sah pada Pemilu 2014.
Di DPR, Gerindra hanya memiliki 13 persen kursi. Dukungan tambahan bisa didapat dari PKS yang memiliki 7,1 persen kursi di DPR dan PAN, yang punya jumlah kursi 8,6 persen. Namun dua partai tersebut belum menyampaikan sikap resmi dukungannya.
Sumber:detik.com||pojokqq
